Cerita Kami 2018-08-22T13:49:58+07:00

2001

Cerita Milcha

Pertama kali saya dan Luthfi ‘bertemu’, justru sama sekali tidak berbekas di ingatan kami. Kami bertemu pada tahun 2003, saat usia kami masih 12 tahun, karena sama-sama bergabung pada program Akselerasi di MTs Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Surakarta. Sekolah kami mengharuskan siswa dan siswinya belajar di kelas yang terpisah; kami pun tidak pernah mengenal satu sama lain (sejujurnya, saya ingat wajahnya pun tidak). Walau pun seringkali ‘bertemu’ pada aktivitas sekolah yang sama, kami tidak pernah berkomunikasi satu sama lain.
Setelah lulus dari MTs, kami melanjutkan studi ke SMA di kota yang berbeda: saya di Jakarta dan Luthfi di Semarang. Kami saling berpetualang di kehidupan kami masing-masing.

Pada tahun 2015, teman-teman alumni program Akselerasi MTs mengadakan reuni kecil-kecilan di Yogyakarta. Saat itu saya dan Luthfi sedang menempuh studi di Yogyakarta; kami pun berkesempatan hadir pada acara tersebut. Berawal dari acara reuni kecil-kecilan tersebut, teman-teman alumni menjadi sering mengadakan acara silaturahim secara rutin, dan kami menjadi akrab satu sama lain.

 

 

Tahun 2016, saya dan Luthfi pindah ke Jakarta setelah menyelesaikan studi kami. Bekerja di Jakarta membuat kami sangat sibuk sekali! Untungnya, kami berdua beserta teman-teman alumni lain, masih menyempatkan bertemu. Di tengah kesibukan masing-masing, saya dan Luthfi menemukan hobi yang sama: menonton film superhero. Luthfi banyak merekomendasikan film-film untuk saya tonton, juga banyak berita mengenai dunia perfilman. Senang sekali menemukan teman yang mempunyai kegemaran yang sama! Jika dari luar Luthfi terlihat “cool” dan irit bicara, ternyata ketika sudah mengenalnya, Luthfi termasuk cerewet dan senang berdiskusi.

 

 

I can’t believe I finally end up with my best friend! Pada 18 Juni 2018, masih dalam suasana Idul Fitri, kedua belah pihak keluarga besar kami melakukan silaturahim dalam acara halal bihalal, di kediaman orang tua saya di Semarang. Alhamdulillah, senang sekali rasanya bisa berkenalan dengan keluarga baru.

2002

Cerita Luthfi

Ketemu Milcha “pertama” kali pada acara reuni. Kesan pertama saya terhadap Milcha: anaknya supel banget! Saat reuni kita duduk bersebelahan. Kalau dilihat sepintas, Milcha kelihatan “nerdy” gitu. Tapi ketika saya ajak mengobrol, dia selalu bisa menemukan topik obrolan yang asyik. Padahal, saya orangnya suka “awkward” sendiri saat pertama kali mengobrol dengan orang baru. Jarang sekali loh, menemukan orang yang penampilannya nerdy, tapi ternyata supel banget. Alhasil, saya jadi tidak pernah merasa bosan setiap kali hang out bersama Milcha di Yogyakarta.

 

 

Saya dan Milcha mulai bersahabat sejak sama-sama menempuh studi di Yogyakarta. Saat itu, kami masih punya kesibukan masing-masing sehingga jarang bertemu. Ketika kami pindah ke Jakarta untuk bekerja, entah mengapa kami makin sering bertemu. Selain karena memiliki hobi yang sama, saya senang bersahabat dengan Milcha karena pembawaannya yang supel dan tidak jaim. Mungkin karena itu Milcha jadi punya banyak sekali teman.

Setelah bersahabat selama 2 tahun–sering hang out, menonton (banyak sekali) film, atau sekedar makan siang–saya merasa nyaman sekali setiap bersama Milcha. Saya mulai sering berpikir: “akan sangat menyenangkan apabila bisa memiliki pasangan hidup yang juga sahabat baik sendiri”. Pada Oktober 2017, saya memberanikan diri untuk mengenal Milcha lebih lanjut dengan menjalin hubungan yang lebih serius.
Pada Desember 2017, kami saling berkenalan dengan keluarga masing-masing. Tidak butuh waktu lama bagi saya untuk merasa yakin, bahwa saya ingin menghabiskan sisa hidup saya bersama Milcha.

Pada 4 Februari 2018, saya mengajak Milcha untuk makan siang bersama di sebuah kafe di bilangan Kemang, Jakarta. Di sana, saya melamar Milcha dengan cincin yang sudah saya persiapkan 3 minggu sebelumnya. Bahagia rasanya bisa melihat Milcha pulang ke rumah pada hari itu, dengan sebuah cincin terpasang di jari manisnya.

Pada 17 Maret 2018 (ulang tahun Mama Milcha!), saya memberanikan diri untuk meminta ijin pada orang tua Milcha untuk membawa hubungan ke jenjang pernikahan. Hari itu, saya gugupnya bukan main! Esok harinya, orang tua kami pun akhirnya bertemu untuk membahas rencana pernikahan kami.

 

 

Saya dan Milcha sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan keluarga, teman-teman, serta rekan-rekan kami. Hingga akhirnya, kami dapat merencakanan pernikahan yang Insya Allah akan diadakan pada tanggal 18 November 2018. Kami juga berterima kasih atas doa baik dari segenap pihak untuk kelancaran dan keberkahan pernikahan kami.

Fun Facts

• Mama dari Milcha dan Ibu dari Luthfi, walaupun bekerja untuk perusahan yang berbeda, ternyata bekerja di satu gedung kantor yang sama! Sering sekali mereka berpapasan di lift atau mushola gedung.
• Papa dari Milcha dan Bapak dari Luthfi merupakan alumnus dari universitas yang sama.
• Milcha dan Luthfi sempat ngumpet-ngumpet akan “persahabatan” mereka, karena takut kena ledek teman-teman alumni sekolah!

Made with ❤ by BOWBEI