Cerita Luthfi

Ketemu Milcha “pertama” kali pada acara reuni. Kesan pertama saya terhadap Milcha: anaknya supel banget! Saat reuni kita duduk bersebelahan. Kalau dilihat sepintas, Milcha kelihatan “nerdy” gitu. Tapi ketika saya ajak mengobrol, dia selalu bisa menemukan topik obrolan yang asyik. Padahal, saya orangnya suka “awkward” sendiri saat pertama kali mengobrol dengan orang baru. Jarang sekali loh, menemukan orang yang penampilannya nerdy, tapi ternyata supel banget. Alhasil, saya jadi tidak pernah merasa bosan setiap kali hang out bersama Milcha di Yogyakarta.

 

 

Saya dan Milcha mulai bersahabat sejak sama-sama menempuh studi di Yogyakarta. Saat itu, kami masih punya kesibukan masing-masing sehingga jarang bertemu. Ketika kami pindah ke Jakarta untuk bekerja, entah mengapa kami makin sering bertemu. Selain karena memiliki hobi yang sama, saya senang bersahabat dengan Milcha karena pembawaannya yang supel dan tidak jaim. Mungkin karena itu Milcha jadi punya banyak sekali teman.

Setelah bersahabat selama 2 tahun–sering hang out, menonton (banyak sekali) film, atau sekedar makan siang–saya merasa nyaman sekali setiap bersama Milcha. Saya mulai sering berpikir: “akan sangat menyenangkan apabila bisa memiliki pasangan hidup yang juga sahabat baik sendiri”. Pada Oktober 2017, saya memberanikan diri untuk mengenal Milcha lebih lanjut dengan menjalin hubungan yang lebih serius.
Pada Desember 2017, kami saling berkenalan dengan keluarga masing-masing. Tidak butuh waktu lama bagi saya untuk merasa yakin, bahwa saya ingin menghabiskan sisa hidup saya bersama Milcha.

Pada 4 Februari 2018, saya mengajak Milcha untuk makan siang bersama di sebuah kafe di bilangan Kemang, Jakarta. Di sana, saya melamar Milcha dengan cincin yang sudah saya persiapkan 3 minggu sebelumnya. Bahagia rasanya bisa melihat Milcha pulang ke rumah pada hari itu, dengan sebuah cincin terpasang di jari manisnya.

Pada 17 Maret 2018 (ulang tahun Mama Milcha!), saya memberanikan diri untuk meminta ijin pada orang tua Milcha untuk membawa hubungan ke jenjang pernikahan. Hari itu, saya gugupnya bukan main! Esok harinya, orang tua kami pun akhirnya bertemu untuk membahas rencana pernikahan kami.

 

 

Saya dan Milcha sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan keluarga, teman-teman, serta rekan-rekan kami. Hingga akhirnya, kami dapat merencakanan pernikahan yang Insya Allah akan diadakan pada tanggal 18 November 2018. Kami juga berterima kasih atas doa baik dari segenap pihak untuk kelancaran dan keberkahan pernikahan kami.

By | 2018-08-27T00:37:26+07:00 August 15th, 2002|Uncategorized|